Minggu, 12 Juli 2015

Kamu

Sampai saat ini masih selalu kamu yang ada di dalam hati ini, walau hanya jauhmu yang bisa ku rengkuh.
Seseorang pernah berkata padaku " It is what it is. Accept it and move on" Move on.. dari kamu, inikah waktunya? Some people come into our lifes and quickly go. Begitupun kamu.. Begitu cepat kamu pergi, meninggalkan kenangan dan juga kehampaan. Kalaupun ini waktunya, kamu harus tau rasa ini ada dan nyata, aku mencintaimu di luar pemahaman, selesai! Dan aku bahagia. Dulu aku berpikir semuanya cukup ketika aku mencintaimu, tapi ternyata ada sisi diriku yang menginginkan lebih. Aku ingin memilikimu seutuhnya. Ahh bolehkah aku seegois ini? Tapi ternyata keegoisanku hanyalah harapan semata. Ketika aku tau, bukan hanya aku yang mencintaimu, tapi banyak orang. Kini kamu telah meninggalkanku, kami, orang-orang yang menyayangimu. Mungkin Tuhan lebih sayang padamu. Kamu tau, sampai saat ini, aku masih merindukanmu. Kamu adalah pelosok penjuru tempat rinduku selalu bertamu. Takan pernah bosan berkali-kali Tuhan ku rayu dengan doa yang tak berjeda satu nafaspun, ku sebut namamu agar kau tenang disana karena lenganku tak mampu untuk memelukmu saat ini. Terima kasih untuk rasa yang pernah ada.. Terima kasih untuk hal-hal indah yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.. Terima kasih untuk waktu yang pernah dilewati bersama.. Terima kasih pernah ada.. dan Terima kasih pernah mencintaiku.. Kini melodiku telah berhenti memainkan alunannya, meninggalkan nada-nada fals untuk aku dengarkan. Entah kapan aku akan menyapa merdu lagu yang pernah dimainkan. Karena sebuah lagu mengajarkan aku untuk dapat menikmati sebuah kerinduan dengan memutar ulang kenangan misalnya. Tentu saja "move on" ini berat kujalani. Tapi yakinlah.. Bahwa aku takkan pernah melupakanmu. Time flies, but memories last forever. Kamu adalah kenangan yang akan selalu tersimpan dalam rak masa laluku.

3-7-2015
MD

I Can Do It

Menangis bukan berarti cengeng.. Menangis bukan berarti sedih.. Itu hanya ungkapan ketika hati tak mampu lagi untuk menahan lelah.. Itu hanya cara ketika raga tak mampu menahan dera.. Itu hanya ekspresi karena tak mampu lagi melakukan sesuatu.. Tapi itu juga yang membuat mata kembali jernih untuk melihat, yang membuat otak kembali jernih untuk berpikir, yang membuat bibir kembali bisa berucap " I Can Do It "

Selasa, 09 Juni 2015

Just a moment

Sekarang untuk saat ini saja aku ingin bersikap egois.. Melupakan semua orang.. Melupakan kebisingan dunia.. Berpura2 menjadi seorang pemenang.. Berpura2 seakan semuanya baik2 saja.. Dan pada akhirnya saat tersadar semuanya tetap sama.. Menyakitkan.. Lucu!

Selasa, 16 September 2014

Lirik Lagu RAN - Dekat Di Hati

Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari
Kau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpi
Entah mengapa aku merasakan hadirmu di sini
Tawa candamu menghibur saatku sendiri

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati

Dering teleponku membuatku tersenyum di pagi hari
Tawa candamu menghibur saatku sendiri

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati

Aku di sini dan kau di sana
Hanya berjumpa via suara
Namun ku slalu menunggu saat kita akan berjumpa

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun kau dekat di hati

Jarak dan waktu takkan berarti
Karena kau akan selalu di hati
Bagai detak jantung yang kubawa kemanapun kupergi

Meski kau kini jauh di sana
Kita memandang langit yang sama
Jauh di mata namun dekat di hati
dekat di hati
dekat di hati

I Love You



‘I LOVE YOU’ means that I accept you for the person that you are and that I do not wish to change you into someone else. It means that I don’t except perfection from you, just as you don’t except from me. It means that I will love you and stand by you even through the worst of times. It means loving you when you’re in a bad mood or too tired to do the things I want to do. It means loving you when you’re down, not just when you’re fun to be with. ‘I LOVE YOU’ means that I know your deepest secrets and don’t judge you for them, asking in return only that you don’t judge me for mine. It means that I care enough to fight for what we have and that I love enough not to let go. It means thinking of you, dreaming of you, wanting and needing you constantly, and hoping that you feel the same way for me.

Thank you for staying even if you had energy reason to leave. Thank you for making it easier when life gets hard. Because before I met you, I never knew what it was like to be able to look at someone and smile for no reason.

Senin, 15 September 2014

For a Reason



Allah mempertemukan untuk satu alasan. Entah untuk belajar atau mengajarkan. Entah hanya untuk sesaat atau selamanya. Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya. Akan tetapi tetaplah menjadi yang terbaik di waktu tersebut. Lakukan dengan tulus meski tidak menjadi seperti apa yang diinginkan. Tidak ada yang sia-sia karena Allah yang mempertemukan.

Tentang Dia



Ini bukan tentang lebih tua, seumuran, atau lebih muda. Ini tentang yang menyeimbangkan hidup dan yang bisa berjalan beriringan. Yang memberi kedamaian di hati, kenyamanan di sisi, dan kasih sayang tiada henti. Tentang tertawa bersama,saling mensupport, mendoakan satu sama lain, berbicara lepas tak terbatas tanpa berpikir ini pantas atau tidak. Ketika dunia begitu kejam, dia menjadi tempatmu untuk selalu pulang. Yang bisa membuatmu sangat sabar dan berusaha mengerti meski sulit. Menerimamu apa adanya meskipun kamu cuma seadanya. Wajah mungkin tak rupawan tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yang kamu yakin harus kamu perjuangkan.  Masa lalunya tidak kamu persoalkan karena tahu itu yang membentuknya sekarang. Kekurangan masing-masing adalah tugas bersama untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar jadi lebih baik. Ini bukanlah tentang menemukan orang yang sempurna tetapi belajar untuk melihat ketidaksempurnaan sesorang dengan sempurna. Tak perlu dia yang sempurna untuk bersama, karena yang dibutuhkan adalah dia yang tau kekurangan masing-masing tetapi masih tetap ingin bersama. Ini adalah Tentang dia yang kamu ikhlas seumur hidup menjadi makmum / imamnya.